
Bagi para penyuka Gorengan Tentunya Tidak Pernah Melubakan Jasa Benda yang satu ini Wajan Namaya...MMM siapa yang tidak kenal nama besarnya,Ternyata disamping bisa untuk Menggoreng wajan Juga dapat digunakan sebagai antena penerima Gain...Yah Istilah kerenya Reflektor pada antena parabolik..
Pak Linoto Dosenku yang satu ini termasuk yang kreatif Beliau sering bolak-balik jogja yah disamping ada saudara disana dia juga Bawaiin Oleh2 buat Kita Wajan Bolik Khas Jogja..Kenapa Wajan Bolik banyak diminati warga jogja kata beliau sih disamping biayanya murah juga Frekwensi yang digunakan itu lho 2,4 Ghz adalah Legal dasar hukumnya keputusan mentri No 2 tahun 2005 Tentang Penggunaan Pita Frekwensi 2400-2483.5 Mhz yang ditandatangani pada tanggal 5 Januari 2005 Oleh menteri perhubungan M.Hatta Rajasa.
Nah Begini cara buatnya.:
Material :
Wajan diameter 40 cm (bahan aluminium lebih bagus karena tahan korosi, cari yang tipis agar enggak susah melubanginya.
USB Wifi TP-Link WN 322G
sok drat luar dan dalam ukuran 1 dim
pipa pralon untuk penutup Usb Wifi 1 dim panjang sekitar 15 cm
dop penutup untuk pralon 1 dim
kabel UTP sekitar 15 meter
kabel USB extended
lem PVC secukupnya
selotip dan isolasi kertas secukupnya
Wedang kopi jahe, gorengan untuk cagak melek
klem antenna
Langkah pembuatan:
A. Membuat sambungan kabel usb
- Potong kabel usb extended yang nantinya akan disambung dengan kabel UTP
- kabel disambung dengan skema sbb:
kabel usb kabel utp
hijau ----à hijau
putih ---à orange
merah ----à biru dan putih biru
hitam --à sisa kabel yaitu coklat, coklat putih, hijau putih, dan orange putih
Kabel disambung dikedua ujung dengan cara sperti skema di atas. Solder tiap sambungan kemudian beri isolasi kertas secukupnya supaya kuat dan pastikan tidak ada hubung singkat pada masing-masing sambungan.
Kabel siap digunakan.
B. Membuat Wajan Bolik
a. Tepat di dasar wajan dibolongi diameter 1 dim (inchi) lebih dikit, pokoknya biar sok drat bisa masuk enggak seret. Minta bantuan si tukang las atau bolongi sendiri dengan hati-hati.
b. dudukkan konektor usb female (wadon) di dalam sok drat luar dengan posisi berdiri menghadap sisi yang tidak ada dratnya. Gunakan pengganjal dan glue stik agak banyak sekaligus untuk menguatkan dudukkan usb wifi-nya serta penahan air.
c. tempatkan sok drat luar yang sudah dipasangi kabel dan kanektor tersebut dari arah atas wajan, jangan lupa masukkan kabelnya juga dari arah atas juga.
d. dari arah bawah wajan masukkan sok drat dalam juga kabelnya, kemudian ulirkan agar kencang menjepit wajannya.
e. pasang usb wifi pada konektor menghadap ke atas, pasang pentup dari pralon yang atasnya sudah diberi dop. Gunakan isolasi untuk mengencangkan posisinya agar tidak mudah lepas (lihat foto di atas !)
f. Antena Wajan Bolik siap digunaka
UUps kalo masih Bingung silahkan datang ke Akatelkom ya sambil Sharing dan berbagi Ilmu Tentunya...

Okezone

By : Okezone

News By : Okezone.com
SURABAYA, KOMPAS.com - Anda yang biasa browsing di situs softpedia.com untuk mencari antivirus, tentu mengenal Blue Atom Antivirus. Tetapi, tahukah Anda siapa pencipta antivirus ukuran 2,5 MB yang mampu menjaring sekitar 4.000 virus dalam dan luar negeri itu?
Dia adalah Alvin Leonardo (14) siswa kelas IX E SMP Katolik Stella Maris, Surabaya. Hebatnya, karya arek Suroboyo ini secara resmi telah mendapat garansi 100 persen clean oleh softpedia pada 19 Oktober 2009.
Meski menjadi salah satu penghuni kelas unggulan di sekolah, Alvin adalah sosok siswa bersahaja. Tak terlihat istimewa. Rambut pendek dan badan sedikit kurus. Tapi, ia memang lebih menguasai pemrogaman komputer dibanding rekan-rekannya.
Alvin mulai rajin mengotak-atik program komputer sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, dia baru saja duduk di bangku SMP dan untuk pertama kali memegang komputer. Awalnya, dia hanya suka main game. Tapi, rasa ingin tahunya berkembang ketika melihat program visual basic dalam hard disk komputer.
“Waktu itu saya penasaran, program itu untuk apa? Cara kerjanya bagaimana? Lalu saya otak-atik sampai akhirnya tahu,” ujarnya. Kemampuan Alvin mengotak-atik program komputer didapat secara otodidak. Ia tidak pernah mengikuti kursus komputer atau mendapat bimbingan khusus di bidang pemrograman.
Hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun, Putra pasangan Muliani Tedjakusuma dan Surya Mutiara itu sudah menguasai bahasa pemrogaman visual basic, c#, dan asmbler (ASMX 86). Kemampuan menguasai tiga jenis bahasa pemrogaman itulah yang mengantar Alvin membuat antivirus.
Karya itu lahir dari keluhan orang-orang di sekitar. “Banyak saudara dan teman jengkel karena komputer atau flash disk diganggu virus. Saya lihat sistem kerja antivitus itu gampang, jadi saya buat sendiri,” ungkap anak tunggal itu.
Alvin berhasil menyelesaikan proyek antivirusnya pada September 2009. Semula ia menamakan karyanya Fire Antivirus. Tapi, karena nama itu sudah pernah ada, ia lalu mengubah dan memberi nama karyanya Blue Atom Antivirus. “Biru itu melambangakan ketenangan dan atom merupakan bagian terkecil dari semua benda, itu melambangkan antivirus saya yang kapasitasnya cukup kecil,” papar Alvin.
Selanjutnya ia mendaftarakan karyanya ke softpedia secara online. “Saya sempat kesulitan mendaftar, karena harus mencari website yang bisa menjadi pengantar untuk masuk ke softpedia, karena saya tidak punya server sendiri. Tapi, akhirnya bisa menggunakan sourceforge,” terang Alvin.
Selang beberapa hari setelah mendaftar ke softpedia, Alvin mendapat jawaban melalui email yang menyatakan antivirus buatannya sudah lolos uji coba dan dijamin sehingga bisa diunduh secara langsung melalui softpedia.
Selain berkapasitas kecil dan bisa menyeleksi lebih banyak virus, Blue Atom Antivirus diklaim bisa bekerja dalam waktu singkat. Antivirus ini bisa digunakan untuk komputer dengan spesifikasi sederhana sekalipun.
Tidak puas dengan karya antivirus yang sudah mendapat sertifikasi softpedia. Alvin terus mengembangkan karyanya. Hasilnya, dalam waktu singkat ia sudah me-launching pengembangan antivirus Blue Atom karyanya dengan tambahan beberapa keunggulan. Versi baru Blue Atom Antivirus kini dilengkapi karantina, clean, fitur antivirus untuk game yang disebut game mode dan fitur protective flashdisk.
Pengembangan antivirus Blue Atom kembali didaftarkan Alvin ke Softpedia, Kamis (15/10). Ia berharap versi baru Blue Atom Antivirus bisa kembali mendapat lisensi dari Softpedia beberapa hari ke depan. “Kalau dapat lisensi lagi itu bisa menjadi hadiah ulang tahun,” harap bocah yang tinggal di Jl Muria Surabaya itu.
Pakar IT yang juga dekan FTIf ITS Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD menyatakan, bahasa pemrograman komputer tidak mudah dikuasai siswa, apalagi SMP.
“Kalau memang dia (Alvin) bisa menguasai bahasa pemrograman, berarti dia termasuk anak yang serius belajar, hebat dia,” puji Ryan.
Terkait antivirus buatan Alvin, Ryan hanya mengingatkan bahwa sistem kerja antivirus adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang tidak wajar dalam kerja komputer.
Antivirus berfungsi untuk mendeteksi hal yang tak wajar itu untuk kemudian mengendalikannya. Karenanya, pembuat antivirus dituntut untuk terus mengupdate, supaya tetap bisa berfungsi baik jika sudah ditemukan virus-virus baru.
“Anak-anak seperti dia perlu diperhatikan. Untuk meningkatkan kemampuan, dia bisa diikutkan lomba-lomba pemrograman,” tambah Ryan. Lebih lanjut, ia berharap potensi seperti Alvin bisa dibina untuk menjadi hacker ‘ilmu putih’ untuk menyosialisasikan fungsi penguasaan program komputer dan IT untuk membantu mencari solusi bagi segala keperluan. (rey)
news by : kompas
SEATTLE, KOMPAS.com - Persaingan antara Google dan Microsoft memasuki babak baru memperebutkan konten media online. Raksasa pembuat software itu dikabarkan berencana membayar media manapun yang bersedia menghapus semua kontennya dari hasil pencarian Google. Sebelumnya Microsoft berhasil menggandeng Yahoo untuk memperkuat bisnis mesin pencariannya yang diberi nama Bing.
Menurut sumber yang dilansir AFP , hal tersebut tengah dibicarakan antara Microsoft dengan Rupert Murdoch, pengusaha kawakan yang memiliki jaringan media terkemuka News Corp. Dasar pemikiran yang mendasari tawaran tersebut adalah penyedia search engine tidak boleh seenaknya mengindeks konten-konten media tanpa memberikan bayaran.
Sebelumnya, Murdoch sempat melontarkan rencananya menghapus semua konten medianya dari hasil pencarian Google dalam dua tahun. Apa yang dilakukan Google selama ini menurutnya merugikan media karena tak memberi kompensasi signifikan terhadap hasil yang diperoleh Google. Nilai bisnis yang didapat dari hasil pencarian Google juga tak sebanding dengan nilai yang ditangguk raksasa search engine tersebut.
Murdoch juga berpendapat bahwa konten tidak seharusnya diberikan secara gratis di internet dan tetap dicari orang. Konten dari sejumlah media terkenal seperti Wall Street Journal akan tetap dikenakan bayaran. Hal tersebut menurutnya cara agar media tetap bertahan di dunia online. Ini pula yang menurutnya perang pengaruh sesungguhnya antara pihak yang berpikir semua konten online harus gratis dan tidak.
News By : kompas